Zaman Neolithikum, juga dikenal sebagai Zaman Batu Baru, merupakan titik balik penting dalam sejarah manusia. Secara khusus, dalam konteks sejarah Indonesia, ini adalah era di mana masyarakat prasejarah melakukan perubahan signifikan dalam cara hidup mereka. Perubahan itu sebenarnya merupakan transformasi dari pola kehidupan berburu dan mengumpulkan menjadi sebuah masyarakat agraris.

Dari Buru-Mengumpul ke Agraris

Masyarakat prasejarah Indonesia pada zaman Paleolitikum dan Mesolitikum terutama hidup dengan cara berburu, memancing, dan mengumpulkan makanan. Namun, semuanya berubah ketika mereka memasuki Zaman Neolithikum.

Baca Artikel Lainnya  Perbedaan Utama Antara Pendekatan Agama dan Pendekatan Sains dalam Memecahkan dan Memahami Misteri Asal-Usul Kehidupan dan Alam Semesta

Pada zaman ini, mereka beralih dari pola hidup buru-mengumpul menjadi pola hidup agraris atau bertani. Dengan kata lain, mereka mulai bercocok tanam dan menetap di satu tempat, biasanya di daerah yang subur dan dekat dengan sumber air. Beralihnya masyarakat dari buru-mengumpul ke agraris ini dianggap sebagai revolusi pertanian.

Revolusi Pertanian dalam Masyarakat Prasejarah Indonesia

Revolusi pertanian ini bukan hal yang terjadi secara spontan. Ini adalah proses perubahan yang perlahan dan berkelanjutan, dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk perubahan iklim dan lingkungan, peningkatan populasi, dan inovasi teknologi.

Baca Artikel Lainnya  Wadah Makanan atau Minuman dari Plastik yang Aman untuk Digunakan Berkali-Kali Dilambangkan dengan Simbol Apa?

Inovasi teknologi pada masa ini terkait dengan peningkatan ketrampilan manusia dalam membuat dan menggunakan alat, terutama alat yang dibuat dari batu, yang menjadi ciri khas dari zaman neolithikum. Alat-alat ini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk bercocok tanam, memotong, dan mengolah makanan.

Implikasi dari Revolusi Neolithikum

Revolusi Neolithikum ini memiliki implikasi besar pada kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia. Dengan peralihan dari buru-mengumpul ke agraris, mereka mulai membentuk perkampungan atau komunitas yang lebih stabil, permanen dan terstruktur.

Baca Artikel Lainnya  Uraikan bagaimana atau dengan cara seperti apa, anda sebagai guru mengintegrasikan muatan life skill dalam pembelajaran di kelas anda.

Ini menciptakan lingkungan untuk perkembangan peradaban yang lebih kompleks, termasuk sistem sosial, ekonomi dan politik yang lebih rumit. Selain itu, masyarakat juga mulai berinteraksi secara lebih intens dengan lingkungan mereka, termasuk dengan komunitas lain, baik melalui perdagangan, konflik, maupun aliansi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa perubahan dalam masyarakat prasejarah Indonesia dari pola hidup berburu dan mengumpulkan menjadi agraris selama Zaman Neolithikum merupakan perubahan revolusioner yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia selanjutnya.