Menu
Teknologi Aplikasi Terbaru

Implementasi & Pentingnya Kurikulum Tersembunyi adalah? Berikut Penjelasannya

  • Share
Kurikulum Tersembunyi
Kurikulum Tersembunyi

Mengenal Kurikulum Tersembunyi adalah? Berikut Penjelasannya – Pada awalnya, banyak dari kita mungkin berpikir bahwa kurikulum sekolah hanya terbatas pada apa yang tertulis di buku teks atau yang diajarkan di dalam kelas. Namun, ternyata, konsep kurikulum tidak hanya mencakup materi yang formal tersebut. Ada aspek yang lebih luas dan tak terlihat yang juga berperan penting dalam pembelajaran. Inilah yang dikenal sebagai ‘kurikulum tersembunyi’.

Meskipun disebut “tersembunyi”, bukan berarti tidak ada atau tidak berarti. Sebaliknya, kurikulum tersembunyi seringkali menjadi bagian paling berharga dari proses pembelajaran. Ini melampaui hanya pengetahuan akademis seperti rumus matematika atau fakta sejarah, dan mencakup pelajaran-pelajaran kehidupan yang tidak selalu tercatat secara formal. Dalam konteks ini, mari kita telusuri lebih lanjut apa sebenarnya yang dimaksud dengan kurikulum tersembunyi dan mengapa hal itu begitu penting bagi kita semua.

Mengenal Apa itu Kurikulum Tersembunyi

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Dikutip dari Wikipedia

Kurikulum Tersembunyi adalah konsep penting dalam dunia pendidikan yang mengacu pada pembelajaran dan pengalaman belajar yang tidak secara eksplisit termasuk dalam kurikulum formal yang diajarkan di sekolah.

Meskipun tidak diatur dalam rencana pembelajaran resmi, kurikulum tersembunyi memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk sikap, nilai, dan keterampilan siswa. Konsep ini mengakui bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial, budaya, dan pengalaman sehari-hari.

Dalam konteks kurikulum tersembunyi, pembelajaran tidak terbatas pada pengetahuan akademis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan pengembangan diri secara holistik. Melalui kurikulum tersembunyi, siswa belajar mengenai nilai-nilai sosial, budaya, dan moral, serta mengasah keterampilan interpersonal yang penting untuk sukses dalam kehidupan.

Dengan memahami pentingnya kurikulum tersembunyi, pendidik dapat lebih memperhatikan pengaruh lingkungan sekolah, interaksi sosial, dan pengalaman di luar kelas dalam membentuk perkembangan siswa secara menyeluruh. Ini mendorong pendidikan yang lebih holistik dan komprehensif yang mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Dalam paparan ini, kita akan mengeksplorasi konsep, pentingnya, dan implikasi kurikulum tersembunyi dalam konteks pendidikan saat ini.

Definisi Kurikulum Tersembunyi:

Sebelum kita menjelajah lebih dalam, mari kita tetapkan definisinya terlebih dahulu. Kurikulum tersembunyi, atau dikenal sebagai ‘hidden curriculum’ dalam bahasa Inggris, merujuk pada serangkaian nilai, sikap, dan perilaku yang diajarkan secara tidak langsung di lingkungan sekolah. Ini bukanlah bagian resmi dari kurikulum yang diajarkan, namun memiliki dampak yang signifikan dalam pembentukan karakter siswa.

Fokus kurikulum tersembunyi adalah pada pembelajaran aspek sosial, moral, dan budaya yang terjadi secara alami selama interaksi sehari-hari di sekolah. Ini bisa dianggap sebagai ‘pelajaran yang tidak terucapkan’ yang diperoleh siswa dari lingkungan belajar mereka. Ini merupakan konsep yang menarik, bukan?

Contohnya, mulai dari cara guru berinteraksi dengan siswa, aturan-aturan tidak tertulis tentang perilaku di dalam kelas, hingga norma dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan sekolah. Semua ini ikut membentuk pandangan siswa terhadap dunia dan cara mereka berinteraksi dengan orang lain.

Pentingnya Kurikulum Tersembunyi:

Mengapa hal ini begitu penting? Pertama-tama, kurikulum tersembunyi membantu siswa memahami dan mempraktikkan nilai-nilai sosial serta norma-norma yang vital dalam masyarakat. Ini tidak sekadar tentang membedakan antara benar dan salah, melainkan juga tentang menghargai keberagaman, belajar bekerja sama, dan memiliki empati terhadap orang lain.

Lebih dari itu, kurikulum tersembunyi juga membantu siswa dalam pengembangan identitas sosial mereka. Ini membantu mereka mengetahui, ‘Siapa diri saya?’ dan ‘Bagaimana saya seharusnya berperilaku dalam situasi tertentu?’. Hal ini memiliki dampak penting dalam perkembangan pribadi mereka.

Tidak hanya itu, kurikulum tersembunyi juga memberikan pengajaran tentang konsep kekuasaan, hierarki, dan politik dalam kehidupan sehari-hari yang tidak selalu tercakup dalam buku teks. Ini merupakan pembelajaran yang sangat relevan untuk menavigasi kompleksitas dunia nyata.

Implikasi Sosial dan Politis Kurikulum Tersembunyi:

Kurikulum tersembunyi memiliki implikasi sosial dan politis yang signifikan. Ini dapat memengaruhi pandangan siswa terhadap isu-isu sosial dan politik secara mendalam. Misalnya, melalui kurikulum tersembunyi, siswa dapat belajar tentang pentingnya keadilan sosial, kesetaraan, dan hak asasi manusia.

Namun, di sisi lain, kurikulum tersembunyi juga dapat menguatkan status quo dan norma sosial yang sudah ada. Hal ini dapat memiliki dampak yang kompleks, tergantung pada apa yang diajarkan dan bagaimana hal tersebut disampaikan.

Lebih jauh lagi, kurikulum tersembunyi juga dapat memengaruhi pandangan politik siswa. Mulai dari cara guru membahas isu-isu kontemporer hingga norma-norma yang diterima di lingkungan sekolah, semuanya dapat mempengaruhi pemikiran dan sikap siswa terhadap politik.

Implementasi Kurikulum Tersembunyi:

Implementasi kurikulum tersembunyi dalam pendidikan tidak terjadi secara spontan; melainkan membutuhkan pemikiran, strategi, dan kesadaran yang mendalam dari para pendidik. Ini melibatkan menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya fokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada pengembangan sosial dan emosional siswa.

Langkah awalnya adalah dengan mengenali keberadaan kurikulum tersembunyi dalam setiap aspek kegiatan belajar mengajar. Hal ini termasuk bahasa yang digunakan dalam kelas, aturan tidak tertulis, dan rutinitas harian. Misalnya, guru dapat menunjukkan kesetaraan dengan menggunakan bahasa yang inklusif dan memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

Selanjutnya, menciptakan lingkungan yang mendorong interaksi positif antara siswa adalah kunci. Ini bisa dilakukan melalui kegiatan kelompok, proyek kolaboratif, dan kegiatan lain yang memerlukan kerja sama tim. Dengan demikian, siswa belajar tentang pentingnya berbagi, mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain.

Selain itu, guru juga harus menjadi model peran yang baik. Sikap dan perilaku guru dalam interaksi dengan siswa dan staf lainnya memberikan contoh langsung dari perilaku yang diharapkan. Guru yang menunjukkan empati, keadilan, dan integritas akan secara tidak sadar mengajarkan nilai-nilai ini kepada siswa.

Implementasi kurikulum tersembunyi juga bisa diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Melalui olahraga, seni, dan klub sosial, siswa dapat belajar keterampilan seperti kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam konteks yang lebih santai.

Terakhir, feedback dan refleksi merupakan bagian penting dari implementasi kurikulum tersembunyi. Menciptakan ruang untuk refleksi memungkinkan siswa untuk memikirkan tentang pembelajaran mereka, baik secara akademis maupun sosial, dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman dan perilaku mereka.

Secara keseluruhan, implementasi kurikulum tersembunyi membutuhkan usaha sadar dari para pendidik untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan mengedepankan pembelajaran holistik. Ini tentang melengkapi siswa dengan keterampilan, nilai, dan sikap yang mereka butuhkan untuk sukses di dalam kelas dan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Kritik terhadap Kurikulum Tersembunyi:

Kurikulum tersembunyi, seperti dua sisi mata uang, juga memiliki kritiknya. Beberapa orang berpendapat bahwa ini dapat memperkuat ketidaksetaraan sosial dan diskriminasi. Misalnya, siswa dari latar belakang yang berbeda mungkin mendapatkan pengalaman kurikulum tersembunyi yang berbeda, tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi dan jenis sekolah yang mereka hadiri.

Selain itu, karena kurikulum tersembunyi bersifat tidak terstruktur dan tidak terlihat, sulit untuk menilai dan memastikan bahwa semua siswa mendapatkan pembelajaran yang sama. Hal ini dapat menjadi masalah serius dalam mencapai kesetaraan pendidikan.

Beberapa kritik juga menyoroti bahwa kurikulum tersembunyi mungkin menjadi terlalu konservatif, lebih memperkuat status quo daripada menantangnya. Ini bisa menyebabkan pembatasan dalam pemikiran dan pengalaman siswa, serta menghambat inovasi dan perkembangan.

Penting untuk diingat bahwa semua kritik ini penting dalam memahami kurikulum tersembunyi secara menyeluruh. Meskipun memiliki manfaat yang signifikan, kesadaran akan potensi masalah dan ketidaksempurnaan juga penting untuk pengembangan pendidikan yang lebih baik dan inklusif.

Perbandingan dengan Kurikulum Formal:

Definisi dan Tujuan:

Kurikulum formal merujuk pada kurikulum resmi yang disusun oleh lembaga pendidikan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan akademik sesuai dengan standar pendidikan. Sebaliknya, kurikulum tersembunyi melibatkan pembelajaran nilai, sikap, dan perilaku yang tidak dijadwalkan secara resmi, melainkan dipelajari melalui pengalaman, interaksi sosial, dan lingkungan sekolah.

Konten Pelajaran:

Kurikulum formal terdiri dari mata pelajaran yang telah ditentukan seperti matematika, ilmu pengetahuan, bahasa, dan sejarah, diatur dalam silabus dan buku teks. Sedangkan kurikulum tersembunyi mencakup norma sosial, nilai-nilai kehidupan, dan keterampilan interpersonal yang diperoleh melalui kegiatan sehari-hari di sekolah tanpa silabus tertulis.

Metode Pengajaran:

Metode pengajaran dalam kurikulum formal lebih terstruktur seperti ceramah, tugas, dan ujian. Sementara dalam kurikulum tersembunyi, metode pengajaran lebih tidak formal dan sering tidak disengaja, seperti pembelajaran melalui interaksi antar siswa dan guru, serta melalui pengamatan dan partisipasi dalam kegiatan sehari-hari sekolah.

Evaluasi dan Penilaian:

Evaluasi siswa dalam kurikulum formal dilakukan melalui ujian dan penilaian berbasis kinerja yang mengukur pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Sedangkan dalam kurikulum tersembunyi, penilaian kurang formal dan seringkali bersifat subjektif, berfokus pada pengembangan pribadi dan sosial.

Peran Guru dan Siswa:

Dalam kurikulum formal, peran guru lebih dominan sebagai pengajar, sedangkan siswa sebagai penerima pengetahuan. Dalam kurikulum tersembunyi, hubungan antara guru dan siswa lebih simbiotik, di mana keduanya belajar satu sama lain dan berkontribusi pada lingkungan belajar yang dinamis.

Dampak dan Hasil:

Kurikulum formal dirancang untuk menghasilkan hasil belajar yang spesifik. Sedangkan kurikulum tersembunyi mempengaruhi pembentukan karakter siswa dan nilai moral, yang mungkin memiliki dampak jangka panjang pada perilaku dan pandangan hidup mereka.

Memahami perbedaan antara kurikulum tersembunyi dan formal penting untuk mengakui bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui buku dan pelajaran formal, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari dan interaksi dalam lingkungan pendidikan.

Penerapan Kurikulum Tersembunyi dalam Konteks Pendidikan:

Penting bagi guru dan pendidik untuk menyadari eksistensi kurikulum tersembunyi dan dampaknya terhadap pembelajaran siswa. Menerapkan kurikulum tersembunyi dalam konteks pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Mengajarkan Nilai-nilai Positif: Guru dapat menggunakan kurikulum tersembunyi untuk mengajarkan nilai-nilai positif seperti keadilan, kerjasama, dan empati. Ini dapat dilakukan melalui diskusi terbuka, kegiatan kelompok, dan proyek kelas yang mendorong siswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menciptakan Lingkungan Inklusif: Penting untuk menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan menerima perbedaan. Hal ini membantu memastikan bahwa semua siswa mendapat manfaat dari kurikulum tersembunyi, tanpa terkecuali.
  3. Memperhatikan Interaksi Sosial: Guru perlu memperhatikan interaksi sosial antara siswa dan cara siswa berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Hal ini termasuk cara siswa berkomunikasi, bekerja sama dalam kelompok, dan menanggapi perbedaan pendapat.
  4. Memotivasi Pembelajaran Informal: Kurikulum tersembunyi dapat memotivasi pembelajaran informal di luar kelas. Guru dapat merencanakan kunjungan lapangan, kegiatan ekstrakurikuler, atau proyek komunitas yang memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung di luar lingkungan kelas.

Kesimpulan:

Kurikulum tersembunyi adalah aspek penting dari pendidikan yang sering terlewatkan namun memiliki dampak yang signifikan terhadap pembentukan karakter dan nilai siswa. Mengakui dan memanfaatkan kurikulum tersembunyi dapat memberikan peluang besar untuk pembelajaran yang holistik dan pertumbuhan siswa.

Pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Dengan memperhatikan dan menerapkan kurikulum tersembunyi, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif yang mempromosikan pembelajaran yang berkelanjutan dan berarti bagi semua siswa.

  • Share