Pembangunan yang pesat di Indonesia sejauh ini belum lebih berhasil menciptakan kesetaraan sosial. Malah, seringkali, justru menimbulkan masalah kompleks berupa ketimpangan sosial. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rasio gini Indonesia (sebuah ukuran ketimpangan) mencapai angka 0,391 pada tahun 2020. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 0,380. Pertanyaannya adalah, mengapa fenomena ini terjadi?

Faktor-Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjelaskan masalah ketimpangan sosial di Indonesia.

  1. Struktur Ekonomi yang Tidak Seimbang: Struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh sektor primer (pertanian, perikanan, peternakan) yang notabene memiliki productivitas lebih rendah jika dibandingkan dengan sektor sekunder dan tersier. Selain itu, terdapat juga ketimpangan antara sektor formal dan informal, serta antara industri skala besar dan skala kecil.
  2. Perbedaan Akses terhadap Pendidikan: Kualitas dan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, maupun antara masyarakat kaya dan miskin, sangat berbeda. Ini berujung pada perbedaan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu faktor pemicu ketimpangan.
  3. Diskriminasi dan Stereotip Sosial: Diskriminasi maupun stereotype sosial yang ada dalam masyarakat juga menjadi faktor yang tak kalah penting. Misalnya, diskriminasi gender dalam pekerjaan dan pendidikan, atau stereotip terhadap kelompok minoritas tertentu.
Baca Artikel Lainnya  Hikmah Al-Quran Turun Dengan Berangsur-Angsur Sebagai Klarifikasi Atas Peristiwa Seperti Peristiwa Pada

Implikasi dan Dampak Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial ini membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Dampak tersebut antara lain berupa:

  1. Peningkatan Kriminalitas: Ketika masyarakat merasa tidak mendapatkan kesempatan yang sama dan hidup dalam kemiskinan, ini dapat mempengaruhi peningkatan angka kriminalitas.
  2. Tumbuhnya Ketidakpuasan Sosial dan Konflik: Ketimpangan sosial yang tinggi dapat memicu tumbuhnya ketidakpuasan sosial yang berujung pada konflik.
  3. Pembatasan Mobilitas Sosial: Ketimpangan sosial juga dapat membatasi mobilitas sosial, dimana individu atau kelompok tertentu sulit untuk pindah atau naik ke stratifikasi sosial yang lebih tinggi.
Baca Artikel Lainnya  Ketika Arah Angin Seperti Gambar, Masyarakat Indonesia Dapat Melakukan Kegiatan

Kesimpulan

Jelas bahwa ketimpangan sosial di Indonesia adalah masalah yang kompleks dan multifaset. Untuk mengatasi persoalan ini diperlukan upaya yang komprehensif dan terintegrasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Hal ini mencakup reformasi struktur ekonomi, peningkatan kualitas dan akses pendidikan, serta penanggulangan diskriminasi dan stereotip sosial.