Ketika berbicara tentang efektivitas kalimat, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana penulis atau pembicara menyampaikan pesan mereka kepada pembaca atau pendengar. Banyak ahli linguistik dan retorika telah merumuskan teori-teori mereka tentang apa yang membuat suatu kalimat efektif. Salah satu gagasan yang paling sering terucap adalah bahwa kalimat paling efektif adalah mereka yang mencerminkan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis. Gagasan ini telah diadopsi dan dikembangkan oleh banyak penulis dan ahli, tetapi siapakah sebenarnya yang pertama kali mengemukakan hal ini?

Sigmund Freud dan ‘Psikoanalisis Bahasa’

Salah satu orang yang pertama kali menyinggung hubungan antara struktur bahasa dan logika adalah Sigmund Freud, Bapak Psikoanalisis. Freud memandang bahwa setiap kalimat, setiap kata, dan setiap pilihan sintaksis dalam suatu kalimat adalah produk dari proses psikologis. Menurutnya, kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis mencerminkan kesehatan mental dan kemampuan komunikasi efektif.

Baca Artikel Lainnya  Mengapa Ketimpangan Sosial Dapat Digolongkan Dalam Masalah Sosial?

Namun, pandangan Freud sering kali bersifat psikoanalitik dan lebih fokus pada bagaimana struktur bahasa mencerminkan kondisi psikologis penutur, bukan necessarily efektivitas komunikasi.

Noam Chomsky dan ‘Struktur dan Fungsi dalam Gramatika Generatif’

Noam Chomsky, seorang figur sentral dalam linguistik dalam abad ke-20, juga berbicara tentang hubungan antara struktur bahasa dan logika. Chomsky, dalam kerjanya, berpendapat bahwa struktur dalam linguistik adalah produk dari jalan pikiran manusia dan bahwa keefektifan komunikasi sangat erat kaitannya dengan kesepadanan ini.

Baca Artikel Lainnya  Latihan Melompat dari Atas Bangku Rendah dengan Menyundul Bola yang Digantung merupakan Bentuk Latihan Olahraga…

Meski demikian, pendekatan Chomsky lebih fokus pada penelitian ilmiah tentang struktur bahasa dan kurang menekankan pada aspek pragmatis komunikasi, yaitu bagaimana kita menggunakan bahasa dalam konteks sehari-hari.

Steven Pinker dan ‘The Stuff of Thought’

Steven Pinker, seorang psikolog kognitif, linguistik, dan penulis populer tentang bahasa, mencoba menjembatani kesenjangan antara teori-teori struktural dan fungsional ini. Menurut Pinker, bahasa adalah jalan yang paling langsung dan efektif bagi pikiran untuk mengekspresikan dirinya sendiri. Kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis, menurut Pinker, adalah kunci untuk komunikasi yang efektif.

Baca Artikel Lainnya  Kemerosotan Moral Muncul Sebagai Akibat Ketimpangan Sosial dapat Terjadi Dalam Kelompok Mampu dan Kelompok Tidak Mampu: Hal Ini Terjadi Karena Dipicu Oleh Apa?

Pinker sangat menonjolkan pentingnya penggunaan struktur bahasa dan logika dalam komunikasi sehari-hari, membuatnya menjadi salah satu figur yang paling dikenal dan dipengaruhi dalam diskusi ini.

Secara keseluruhan, bisa dikatakan bahwa gagasan tentang kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis sebagai bentuk kalimat efektif telah lama ada dalam linguistik dan psikologi. Meskipun banyak orang telah berkontribusi dalam pemikiran ini, Steven Pinker adalah salah satu ahli paling berpengaruh dalam memajukan dan mempopulerkan gagasan ini dalam diskusi tentang komunikasi efektif.