Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang berpusat di Indonesia dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara hidup dan pandangan beragama banyak Muslim di negara ini. Salah satu konsep utama dalam pandangan beragama Muhammadiyah adalah ‘Ibadah berdasarkan Al-Quran dan Hadits’. Ibadah dalam pandangan Muhammadiyah berfungsi sebagai perekat hubungan antara individu dengan Allah, namun harus dilakukan berdasarkan panduan yang benar.

Prinsip ‘Ibadah Berdasarkan Al-Quran dan Hadits’

Concept ‘Ibadah berdasarkan Al-Quran dan Hadits’ merujuk kepada prinsip bahwa segala amal ibadah harus selaras dengan ajaran yang disampaikan melalui dua sumber utama Islam, yaitu Al Quran dan Hadits. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap tindakan ibadah yang dilakukan bukan hasil dari interpretasi subjektif atau tradisi budaya, tetapi berkaitan langsung dengan instruksi yang diberikan Nabi Muhammad SAW.

Baca Artikel Lainnya  Penguasa Kerajaan Mataram Pernah Melakukan Serangan ke Wilayah Islam Seperti Surabaya, Sumenep, Gresik, dan Pasuruan: Sebab dan Latar Belakang

Mengapa Prinsip ini penting?

Prinsip ini penting karena Muhammadiyah beranggapan bahwa semua Muslim harus kembali kepada ajaran Islam yang murni, sesuai dengan apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Mengingat begitu banyaknya variasi dalam cara mengamalkan Islam di seluruh dunia, sering kali terjadi penyimpangan dari ajaran pokok. Oleh karena itu, Muhammadiyah menyeru umat Islam untuk selalu merujuk kembali kepada Al Quran dan Hadits dalam melaksanakan ibadah mereka.

Baca Artikel Lainnya  Apa Visi dan Misi Sunan Drajat dalam Menyebarkan Agama Islam

Cara Melaksanakan Ibadah Berdasarkan Al-Quran dan Hadits

Melakukan ibadah berdasarkan Al Quran dan Hadits dalam pandangan Muhammadiyah bukanlah tugas yang mudah. Ini membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang dua sumber ajaran ini dan kemampuan untuk menerapkannya dalam praktik ibadah sehari-hari. Adalah penting bagi setiap Muslim untuk belajar dan memahami Al Quran dan Hadits, baik dengan memantapkan diri melalui pendidikan formal maupun belajar secara mandiri atau dengan bimbingan ulama dan ahli agama yang memiliki wawasan yang mendalam tentang topik-topik ini.

Baca Artikel Lainnya  Bagaimana Keterkaitan Antara Jatuhnya Konstatinopel 1453 dengan Perjumpaan Bangsa Indonesia dengan Bangsa Eropa dalam Jalur Rempah?

Kesimpulan

Maka, dalam pandangan beragama Muhammadiyah, seseorang dalam beragama hendaklah melakukan ibadah berdasarkan ajar-ajaran yang diturunkan dalam Al Quran dan Hadits. Prinsip ini dipandang sebagai landasan bagi umat Islam untuk memahami dan melaksanakan ibadah mereka sesuai dengan instruksi yang diberikan Nabi Muhammad SAW dalam ajaran-ajaran beliau. Meskipun ini mungkin tampak menantang, namun dengan pengetahuan yang benar dan dedikasi, ia merupakan bagian integral dari beragama dalam pandangan Muhammadiyah.