Dalam pengembangan kebijakan dan program sekolah, perspektif goal-attainment approach dapat menjadi panduan penting. Pendekatan ini menekankan pada penentuan tujuan yang jelas dan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mematangkan rumusan tujuan sekolah berdasarkan perspektif ini, berdasarkan kasus kepemimpinan Bapak Hambali yang berharap menciptakan sekolah “cerdas berbudi”.

1. Merumuskan Tujuan dengan Jelas

Salah satu aspek penting dalam goal-attainment approach adalah penentuan tujuan yang jelas dan spesifik. Bapak Hambali memiliki visi menciptakan sekolah “cerdas berbudi”, namun tujuan ini perlu dirumuskan lebih lanjut untuk memberikan gambaran yang konkret. Tujuan harus mencakup hasil yang diharapkan, termasuk aspek akademik dan budi pekerti, serta penentuan waktu pencapaiannya.

Baca Artikel Lainnya  Berikut Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Memfasilitasi Murid Dalam Berefleksi

2. Membuat Konsensus Bersama

Dalam merumuskan tujuan, penting untuk melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Ini termasuk kepala sekolah, guru, dan anggota komite sekolah. Pembentukan konsensus bersama akan mendukung komitmen dalam pencapaian tujuan dan membantu dalam pelaksanaan program sekolah yang efektif.

3. Penentuan Target dan Strategi Pencapaian

Setelah tujuan ditentukan, perlu untuk menetapkan target dan strategi pencapaian. Strategi ini dapat mencakup prosedur pelaksanaan, menjadi pedoman bagi guru senior dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, target harus realistis dan mencakup indikator kinerja yang dapat diukur untuk menilai efektivitas program.

Baca Artikel Lainnya  Reformasi Tahun 1988 Menyisakan Masalah Sosial Yakni Kelompok Pro dan Kontra: Konflik Antara Kedua Kelompok Tersebut Disebabkan Oleh Adanya Perbedaan

4. Implementasi dan Evaluasi

Setelah merumuskan tujuan dan membuat strategi, implementasi dan evaluasi menjadi langkah berikutnya. Selama proses ini, kepala sekolah dapat memantau kemajuan dan menerima umpan balik dari guru dan staf terkait efektivitas program yang ada. Evaluasi reguler terhadap kinerja program akan membantu sekolah menyesuaikan dan memperbaiki program tersebut seiring waktu.

Baca Artikel Lainnya  Dari temuan jenis manusia purba yang ada di Indonesia, ada yang dikategorikan sebagai makhluk pemakan tumbuh-tumbuhan, yaitu…?

Dengan pendekatan yang sistematis ini, sekolah di bawah kepemimpinan Bapak Hambali berpeluang besar untuk mencapai tujuan mereka menjadi sekolah “cerdas berbudi”.